Bagi sebagian orang, pensiun kerap kali dipandang sebagai fase yang masih jauh dan baru perlu dipikirkan saat usia sudah mendekati masa purna tugas. Padahal, persiapan untuk masa depan tidak mengenal waktu. Kapan pun bisa dimulai, bahkan saat usia masih sangat muda. Perencanaan yang baik bukan hanya tentang menabung dana pensiun, tetapi juga tentang membangun kesiapan mental, visi hidup dan pengembangan diri untuk menghadapi fase kehidupan setelah karir berakhir.
Di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia, kesadaran akan pentingnya mempersiapkan masa depan ini perlahan mulai tumbuh di kalangan karyawan muda. Salah satunya adalah Grace Florensia, yang saat ini bertugas di Airport Customer Services Division Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Di usianya yang masih sangat muda, Grace menunjukkan cara pandang yang dewasa terhadap perjalanan karirnya. “Di tengah dinamika dunia kerja di Angkasa Pura Indonesia, saya memilih untuk tidak hanya bekerja demi hari ini, tetapi juga menata masa depan dengan cermat dan penuh kesadaran. Persiapan pensiun bukan tentang usia, melainkan tentang visi hidup jangka panjang — karena pensiun yang tenang adalah hasil dari perencanaan yang bijak sejak dini,” ungkap Grace dengan hangat. Meskipun masih memiliki lebih dari 20 tahun sebelum memasuki masa pensiun, Grace menyadari bahwa menyiapkan hari esok perlu dilakukan dari sekarang. Baginya, karir bukan hanya tentang mengejar posisi puncak, melainkan tentang bagaimana membangun bekal untuk menjalani masa pensiun yang tetap produktif dan bermakna.
Berbeda dari Grace yang masih aktif di dunia kerja, cerita menarik lainnya datang dari Yeni Mujiatin, disaat banyak orang masih nyaman di zona aman karier, Yeni justru mengambil langkah berani. Ia memutuskan pensiun dini di usia muda, meninggalkan posisinya sebagai Corporate Communication Officer di PT Angkasa Pura I, demi mengejar passion di dunia komunikasi sebagai konsultan independen. “Kalau tujuan resign memang untuk mengejar karir yang lebih sesuai passion, lebih menantang, atau memberi ruang berekspresi yang lebih luas, kita harus pastikan sudah dibekali skill yang relevan. Banyak waktu yang juga sudah saya optimalkan untuk pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, bahkan jauh sebelum resign. Kebetulan saya juga suka belajar dan bekerjasama dengan orang-orang baru, jadi saya pikir profesi konsultan adalah yang paling sesuai. ” ungkap Yeni, membagikan kunci persiapannya. Namun, perjalanan selepas resign bukan tanpa ujian. Yeni mengakui, masa-masa awal menjadi titik paling menantang. Ketidakpastian, kecemasan, hingga berbagai keraguan sempat menghampiri. Tapi dengan tekad yang sudah bulat, ia melangkah mantap. “Resign itu baru gerbang awal. Setelahnya, bisa jadi jalan panjang dan terjal sudah menunggu. Tapi selama pilihan ini adalah dari kesadaran kita sendiri, maka apapun hasilnya, kita tidak akan menyesal di kemudian hari,” tuturnya. Kini, Yeni menapaki lembaran baru dan telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan khususnya dalam bidang komunikasi strategis. Keputusan berani yang dulu diambilnya, justru membuka pintu-pintu kesempatan yang lebih sesuai dengan impian dan tujuan hidupnya.
Sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan purna tugas, PT Angkasa Pura I melalui YAKKAP senantiasa berupaya memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pensiunan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan perusahaan dengan para pensiunan tidak berhenti saat masa tugas berakhir, melainkan tetap terjalin dengan erat dalam wadah YAKKAP. Keberadaan YAKKAP pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para purna tugas. Salah satunya adalah Bapak Soewardi BH, pensiunan PT Angkasa Pura I. Dalam perbincangannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan keyakinannya terhadap perhatian perusahaan yang terus berlanjut. “Beberapa hal yang ingin saya sampaikan terhadap pelayanan YAKKAP, semua anggota memiliki BPJS yang dibayarkan langsung oleh YAKKAP. Pelayanan restitusi atau penggantian biaya juga sangat mudah, langsung diajukan dan alhamdulillah selama ini tidak pernah ada kesulitan”, ungkap Soewardi. Ia menuturkan bahwa dirinya merasa tenang dan nyaman menjalani masa pensiun berkat adanya program-program kesejahteraan dari YAKKAP. Lebih lanjut, beliau juga berbagi pengalamannya terkait pelayanan yang diterima melalui YAKKAP selama masa pensiun. Selama lima tahun terakhir, dirinya merasakan langsung kemudahan dan manfaat dari berbagai fasilitas yang disediakan. Selain itu, Medical Check Up (MCU) rutin pun difasilitasi oleh YAKKAP, Himpunan Pensiunan PT Angkasa Pura I (HIMPURA) cabang Surabaya bekerja sama dengan beberapa laboratorium rekanan yang turut memperlancar proses layanan kesehatan tersebut. “Alhamdulillah YAKKAP juga selalu melakukan pembayaran tepat waktu kepada rekanan klinik dan laboratorium, sehingga semua proses berjalan lancar tanpa hambatan. Saya merasa sangat terbantu dengan semua bantuan yang diberikan oleh YAKKAP di masa pensiun seperti ini,” imbuhnya penuh rasa syukur.
Ketiga cerita ini menjadi gambaran bahwa merencanakan masa depan bukan soal usia, tapi tentang pilihan bijak yang diambil hari ini. Baik itu menata sejak muda, berani memilih jalan baru, atau menikmati masa pensiun dengan tenang berkat perhatian perusahaan. Karena sejatinya, hidup adalah tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk hari esok yang lebih baik.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program, kegiatan, serta berbagai inspirasi dari YAKKAP I, silakan kunjungi akun Instagram resmi @yakkap1 dan YouTube: YAKKAP . Dukung terus upaya YAKKAP dalam menghadirkan karya dan pelayanan yang bermanfaat bagi penerima manfaat dengan cara follow, comment dan share informasi dari YAKKAP.